Kickydut's Blog

PERKEMBANGAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Posted on: Oktober 5, 2012

 PERKEMBANGAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL PERUSAHAAN

Konsep tanggung jawab sosial perusahaan mencakup kepatuhan perusahaan kepada perlindungan buruh, perlindungan lingkungan hidup, perlindungan konsumen, dan perlidungan hak azasi manusia secara keseluruhan. Pertama, tanggung jawab sosial perusahaan antara lain selalu dikaitkan dengan kepentingan pemegang saham versus pemangku kepentingan (stakeholder) dalam kaitannya dengan perlindungan tenaga kerja. Di Amerika, umpamanya, sejumlah perusahaan yang berbasis di negara tersebut mendapatkan kesan yang negatif dalam kaitannya dengan ketenagakerjaan. Mereka selalu dikaitkan mengontrakkan pekerjaan ke negara-negara dimana standar perburuhannya tidak diakui. Menghadapi hal tersebut menjawabnya dengan program-program tanggung jawab sosial perusahaan, sebagian berhasil, sebagian mengalami kegagalan. Pertama, banyak dari corporate codes of conduct tidak mempunyai kredibilitas. Sebagian dari corporate codes of conduct adalah inisiatif, formulasi atau rumusan dan diselesaikan administrator ditingkat tinggi perusahaan. Dengan demikian tidak menerima masukan dari mereka yang harusnya mendapat manfaat.

Kedua, codes seringkali tidak berisi substansi yang nyata dan gagal menempatkan unsur-unsur yang vital untuk implementasi dan penegakkannya. Kritik datang dari kaum pekerja. Sebagai jawaban dari penggunaan codes of conduct tersebut beberapa wakil dari organisasi buruh menyusun apa yang dikenal sebagai “International Framework Agreements (IFAs)”.4 Globalisasi dapat diartikan sebagai integrasi kegiatan ekonomi melalui pasar. Kekuatan yang mendorongnya adalah kemajuan teknologi dan perubahan kebijakan. Bertambah murahnya kegiatan transportasi dan komunikasi menyebabkan ketergantungan yang makin membesar kepada kekuatan pasar. Walaupun pengertian globalisasi terbatas kepada wacana ekonomi, kontroversi mengenai globalisasi selalu berujung kepada akibat sosialnya. Berkembangnya jaringan pemasokan global menunjukkan contoh yang tipikal dari integrasi ekonomi yang disertai dengan akibatakibat sosial. Dengan bertambah besar berkurangnya biaya transportasi dan dengan bantuan perjanjian perdagangan internasional, barang-barang dapat diproduksi di tempat-tempat yang mempunyai competitive advantages dan dapat dijual diseluruh dunia “melalui sistem produksi dan distribusi yang kompleks berdasarkan berbagai pengaturan hukum yang terorganisir”. Untuk meningkatkan keunggulan competitif dari lokasi produksi barang tertentu, perusahaan asing tidak harus mendirikan fasilitasnya ditempat tersebut. Penanaman modal langsung disuatu negara yang tidak familiar budaya dan lingkungan bisnisnya adalah memakan ongkos. Melakukan kontrak dengan pabrik lokal, perusahaan asing dapat memanfaatkan sumber-sumber di negara bersangkutan tanpa mengalami kesakitan dan mempunyai resiko yang terkait dengan penanaman modal. Inilah yang dilakukan oleh perusahaan multinasional, seperti NIKE dan yang lainnya di era integrasi ekonomi. Mereka mengontrak jaringan pasokan yang beroperasi di negara-negara.

tanggung jawab sosial perusahaan saat ini telah menjadi konsep yang kerap kita dengar, walau definisinya sendiri masih menjadi perdebatan di antara para praktisi maupun akademisi. Sebagai sebuah konsep yang berasal dari luar, tantangan utamanya memang adalah memberikan pemaknaan yang sesuai dengan konteks Indonesia.

Tiga PeranPerusahaan dalam Pembangunan

 

1. Melakukan bisnis inti dengan menekan dampak negatifnya hingga seminimal mungkin, dan meningkatkan dampak positifnya hingga semaksimal mungkin.

2. Melakukan investasi sosial strategik, yaitu berbagai kontribusi terhadap pemecahan berbagai masalah ekonomi, sosial dan lingkungan dengan cara yang menguntungkan pemangku kepentingan juga menguntungkan perusahaan.

3. Melakukan dialog kebijakan bersama pemerintah dan masyarakat sipil untuk mengadvokasi kebijakan yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, dan menghilangkan kebijakan yang bertentangan dengan tujuan itu.

Kontribusi melalui Bisnis Inti

 

1. Melakukan bisnis dengan hati-hati, tidak menimbulkan dampak yang merugikan masyarakat dan lingkungan

2. Membuat produk yang baik dengan harga terjangkau

3. Meningkatkan pendapatan dan investasi di daerah operasi, dengan membayar pajak, dsb.

4. Menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat setempat

5. Melakukan investasi dalam peningkatan SDM setempat

6. Menciptakan peluang bisnis untuk pengusaha setempat, terutama UMKM

7. Menyebarluaskan praktik terbaik bisnis, terutama dalam pengelolaan sosial dan lingkungan

8. Mendukung pengembangan dan transfer teknologi yang baik, misalnya teknologi bersih

9. Mengembangkan infrastruktur yang baik dan bermanfaat untuk perusahaan dan masyarakat

Kontribusi melalui Investasi Sosial Strategik

1. Mendukung projek komunitas, di antaranya yang terkait dengan pendidikan dan pelatihan untuk generasi muda, lingkungan, dan kesehatan

2. Membangun kapasitas pemimpin dan pengusaha sosial di tingkat lokal

3. Memberikan pengetahuan dan keterampilan mengenai manajemen lingkungan kepada tenaga teknis lokal

4. Mendukung peningkatan kapasitas pemerintah dan masyarakat sipil lokal

5. Mendukung program pendidikan multikultural

6. Memberikan peningkatan kapasitas terkait partisipasi dalam pembangunan

7. Membangun dan mendukung kredit mikro untuk UMKM lokal.

 

Kontribusi melalui Dialog Kebijakan

1. Mendukung pemerintah dalam peningkatan infrastruktur sosial, terutama dalam reformasi kebijakan kesehatan dan pendidikan

2. Mendiskusikan perbaikan regulasi lingkungan dan fiskal (dan penegakannya) bersama pemerintah dan masyarakat sipil

3.  Membangun wacana mengenai mengenai isu-isu global seperti perubahan iklim dan keanekaraaman hayati

4. Mendukung gerakan nasional pemberantasan korupsi, pelayanan publik yang transparen, serta penegakan HAM

5. Membantu pemerintah setempat dalam menarik investasi asing maupun domestic

6. Mendukung pemerintah lokal dalam meningkatkan ekspor ke berbagai negara tujuan

7. Membantu pemerintah lokal mengakses program peningkatan kapasitas.

Setiap perusahaan wajib membatasi peran didalam perusahaan, serta bisa memiliki rasa memiliki dan mementingkan tujuan bersama dengan menjaga kestabilan perusahaan secara bersama.

 

nama : KICKY YUNILA

NPM : 10209144

TUGAS : SOFTSKILL ETIKA BISNIS

4EA05 GUNADARMA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Tak ada
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

%d blogger menyukai ini: