Kickydut's Blog

Bahasa indonesia ( Penalaran, Induksi , Deduksi, Cv)

Posted on: Maret 6, 2012

KICKY YUNILA

3EA05

10209144

 

BAHASA INDONESIA 2

MATERI

  1. PENALARAN
  2. INDUKSI
  3. DEDUKSI
  4. CV PRIBADI.

 

  1. Penalaran merupakan suatu kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik tertentu dalam menemukan kebenaran. Penalaran merupakan proses berpikir dalam menarik suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan.

Hal – hal yang berhubungan pada penalaran itu seperti proses pemikiran manusia bagaimana jika mereka berfikir dengan singkat dan jelasnya mereka dapat memberikan kepastian yang terletak di akhir pemikiran ataupun langsung menyampaikan pesan secara singkat dan jelas.

Contoh :

  • ada orang yang mencampur air dengan brendi dan itu menyebabkan dia mabuk.
  • ada yang mencampur air dengan tuak kemudian dia mabuk.
  • ada lagi yang mencampur air dengan whiski kemudian akhirnya dia mabuk juga.

Penalaran juga bisa dikatakan sebagai proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang diartikan dengan kegiatan berpikir dan bukan perasaan. Dengan demikian kita patut sadari bahwa tidak semua kegiatan berpikir  menyandarkan diri pada penalaran.

Jadi penalaran merupakan kegiatan berpikir yang mempunyai karakteristik dalam menemukan kebenaran.

Berpikir merupakan suatu kegiatan untuk menemukan pengetahuan yang benar. Karena tidak semua cara berpikir manusia itu sama oleh sebab itu kegiatan proses berpikir untuk menghasilkan pengetahuan yang benar itu pun juga berbeda-beda. Penalaran merupakan suatu proses penemuan kebenaran dimana tiap-tiap jenis penalaran mempunyai criteria kebenaran masing-masing.

 

Sepuluh Pedoman Penalaran :

  1. Pikirkan sendiri
  2. Pikir dulu sebelum bartindak
  3. Pikirkan secara objektip
  4. Pikirkan dua kali
  5. Pikirlah untuk jangkah panjang
  6. Bersikap terbuka
  7. Bersikap kritis
  8. Bersikap optimis
  9. Bersikap jujur
  10. Bekerja dan berpikirlah secara teratur dan berencana
  11. Induksi merupakan proses berpikir di dalam akal kita dari pengetahuan tentang kejadian atau pristiwa-pristiwa dan hal-hal yang lebih kongkrit dan khusus untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih umum. Kita dapat berpikir secara ekonomis meskipun ekperimen kita terbatas pada beberapa kasus individual, Pernyataan yang di hasilkan melalui cara berpikir Induksi memungkinkan proses penalaran selanjutnya baik secara Induktif dan Deduktif.

Ada dua macam Induktif berikut beserta contohnya :

 

a. Induksi sempurna 

 

Jika putusan umum itu merupakan penjumlahan dari putusan khusus, maka Induksi itu sempurna misalnya :

Jika dari masing-masing Mahasiswa pada suatu Fakultas, diketahui bahwa ia warga Negara Indonesia. Maka dapat diadakan putusan (umum) semua Mahasiawa Fakultas itu warga Negara Indonesia.

 

b. Induksi tidak Sempurna 

 

Jika putusan umum dari Induksi yang bukan merupakan penjumlahan, melainkan seakan-akan loncatan dari yang khusus kepada yang umum, itulah Induksi yang tidak sempurna.

Induksi tidak sempura ada dua macam lagi demi sifat yang di milikinya dalam kekuatan putusan yang ternyata :

  • Dalam ilmu alam (sciences) utusan yang tercapai melalui Induksi tidak sempurna berlaku umum, mutlak, jadi tak ada kecualinya. Hukum air mengenai pembekuannya tak mengizinkan pengecualiannya. Tidak ragu-ragu ilmu berani meramalkan tentang pembekuan itu.
  • Ketika ilmu mempunyai objek yang terjadi bisa kena pengaruh dari manusia yang sedikit banyaknya dapat ikut menentukan kejadian-kejadian yang menjadi pandangan Ilmu, maka pula hal lainnya. Ilmu tersebut di namakan Ilmu sosial serta objek penyelidikannya terpengaruhi oleh kehendak manusia.

Metode berpikir induktif adalah suatu penalaran yang berpangkal dari peristiwa khusus sebagai hasi pengamatan empiric dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat umum. Dalam hal ini panalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif.

 

  1. Deduksi adalah proses pemikiran di dalamnya akal kita dari pengetahuan yang umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus atau proses berpikir dari hal yang bersifat umum menuju pada hal yang bersifat khusus seperti: 
  • Semua makhluk yang bernyawa pasti mati
  • Manusia adalah makhluk yang bernyawa
  • Tumbuhan adalah makhluk yang bernyawa
  • Hewan adalah makhluk yang bernyawa
  • Jadi, Manusia, Tumbuhan, Hewan pasti akan mati

Penalaran Deduksi mempunyai dua sistem adalah sebagai berikut :

 

1. Sistem Tertutup 

 

Dalam pembahasan ini ada beberapa contoh jalan pikiran deduksi ;

 

a. Gambar ini adalah sebuah Jajaran Genjang, jadi sisi-sisinya yang berhadapan itu sama.

Ini merupakan contoh pemikiran deduksi kalau kita berpangkal dari defenisi Jajaran Genjang (Empat segi sisi yang berhadapan sejajar) serata ,merima semua dalil dan batasan tentang garis lurus dan garis sejajar, maka denga satu rangkaian langkah-langkah dapat di buktikan bahwa sisi yang berhadapan itu sama. Dalam contoh ini semua premis (titik pangkal atau data yang di ketahui) di rumuskan dalam istilah Jajaran Genjang, dan kesimpulan yang di tarik adalah pasti dan tak perlu di ragukan lagi. 

 

b. Jumlah ketiga sudut sebuah segi tiga adalah 180 derajat, jadi jumlah sudut-sudutnya sama dengan 180 derajat. Kesimpulan ini pun pasti tidak di ragukan lagi. Tak akan ada pengaruh dari luar yang dapat menggoyakan kepastian kesimpulan tersebut.

 

2. Sistem Terbuka 

 

Suatu kesimpulan itu pasti apabila kita tau dengan positif dan tanpa ragu-ragu, bahwa kesimpulan yang di tarik adalah benar dan bahwa kesimpulan atau ucapan yang mengatakan sebaliknya itu salah.

 

Contoh

 

Jangan berenang di air yang sekotor ini. Nanti terkena penyakit kulit.

Ini jelas merupakan suatu jalan Induksi. Dari pengalaman sendiri atau orang lain di tariklah suatu kesimpulan yang umum : berenang di dalam air yang kotor menyebabkan penyakit kulit. Apakah pasti setiap orang akan kena penyakit? Mungkin, Tetapi, Belum tentu !

 

 Pedoman Kerja 

 

Hasil yang di harapakan dari logika adalah agar kita cakap berpikir sendiri dan bersikap logis serta kritis. Sikap kritis tidaklah berarti suka membantah dan mengkritik serba suka menentang dan menantang melainkan berpikir dulu, mengidentipikasi duduknya perkara, menyelidiki dulu dan tidak begitu saja menerima suatu pendapat atau penjelasan-penjelasan yang seakan-akan sudah pasti benar.

 

 

Sumber : http://arief021091.wordpress.com/2011/10/27/arti-penalaran-definisi-penalaran-dan-hakikat-penalaran/

http://delsajoesafira.blogspot.com/2010/05/induksi-dan-deduksi.html

google.

 

 

 

CV PRIBADI

 

DATA PRIBADI

 

Nama                           :  Kicky Yunila

Jenis Kelamin              :  Perempuan

Tempat TL                  :  07 Juni 1992

Kewarganegaraan       :  Indonesia

Status                          :  Lajang

Kesehatan                   :  Baik

Agama                         :  Islam

Alamat lengkap           :  Perum Taman Cipayung blok IX N0 73 Depok.

Tlp / Hp                       :  0821 2209 xxxx

Email                           :  kickysinila@ymail.com

 

 

PENDIDIKAN

 

1996 – 1997                :  TK BAITURRAHMAN JAKARTA BARAT

1997 – 2003                :  SDN DURI KOSAMBI 010 PAGI JAK-BAR

2003 – 2006                :  SLTPN 264 JAKARTA BARAT

2006 – 2007                :  SMK PGRI 35 JAKARTA BARAT

2007 – 2009                :  SMK 1 PERINTIS DEPOK

2009 – Sekarang         :  UNIVERSITAS GUNADARMA DEPOK.

 

PENGALAMAN KERJA

 

Pernah bekerja di DINAS PENDAPATAN DAN DAERAH, Walikota – Depok.

( dalam tugas Pendidikan Sistem Ganda pada kelas IX di Smk 1 Perintis – Depok.)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Tak ada
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

%d blogger menyukai ini: