Kickydut's Blog

perkembangan ekonomi di Indonesia

Posted on: November 3, 2010

Krisis nilai tukar telah menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nilai tukar rupiah yang merosot tajam sejak bulan Juli 1997 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam triwulan ketiga dan triwulan keempat menurun menjadi 2,45 persen dan 1,37 persen. Pada triwulan pertama dan triwulan kedua tahun 1997 tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8,46 persen dan 6,77 persen. Pada triwulan I tahun 1998 tercatat pertumbuhan negatif sebesar -6,21 persen.

Merosotnya pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari masalah kondisi usaha sektor swasta yang makin melambat kinerjanya. Kelambatan ini terjadi antara lain karena sulitnya memperoleh bahan baku impor yang terkait dengan tidak diterimanya LC Indonesia dan beban pembayaran hutang luar negeri yang semakin membengkak sejalan dengan melemahnya rupiah serta semakin tingginya tingkat bunga bank. Kerusuhan yang melanda beberapa kota dalam bulan Mei 1998 diperkirakan akan semakin melambatkan kinerja swasta yang pada giliran selanjutnya menurunkan lebih lanjut pertumbuhan ekonomi, khususnya pada triwulan kedua tahun 1998. (grafik 1)

Sementara itu perkembangan ekspor pada bulan Maret 1998 menunjukkan pertumbuhan ekspor nonmigas yang menggembirakan yaitu sekitar 16 persen. Laju pertumbuhan ini dicapai berkat harga komoditi ekspor yang makin kompetitif dengan merosotnya nilai rupiah. Peningkatan ini turut menyebabkan surplus perdagangan melonjak menjadi 1,97 miliar dollar AS dibandingkan dengan 206,1 juta dollar AS pada bulan Maret tahun 1997. Impor yang menurun tajam merupakan faktor lain terciptanya surplus tersebut. Impor pada bulan Maret 1998 turun sebesar 38 persen sejalan dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi.

 

Sumber : google bappenas

 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, 2009 bukanlah tahun yang mudah bagi perekonomian, mengingat dampak buruk krisis ekonomi global akhir 2008 masih mengancam. “Tapi Alhamdulillah, perekonomian bisa kita jaga dengan baik,” ujarnya di Kantor Menko Perekonomian akhir pekan lalu.

Hasil perhitungan final realisasi APBN-P 2009 menunjukkan, dengan didukung realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai triwulan III yang tumbuh 4,2 persen dan prediksi pencapaian pertumbuhan yang lebih tinggi di Triwulan IV, yakni sekitar 5,2 persen, maka pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam tahun 2009 diperkirakan mencapai 4,3 – 4,4 persen. Itu berarti masih dalam range target APBN-P 2009 yang sebesar 4,3 persen.

Pencapaian pertumbuhan ekonomi tersebut, kata Sri Mulyani, memberi imbas positif yang dirasakan masyarakat, seperti peningkatan daya beli dan angka kemiskinan yang menurun. ”Itu semua disumbangkan oleh menurunnya inflasi dan stabilitas nilai tukar rupiah yang bahkan cenderung menguat,” katanya.

Tingkat inflasi pada 2009 memang tergolong landai. Bahkan hitungan Departemen Keuangan menunjukkan angka sekitar 3 persen, jauh lebih rendah dari angka yang dipatok dalam APBN-P 2009 sebesar 4,5 persen. ”Tingkat inflasi ini merupakan pencapaian terbaik dalam 10 tahun terakhir,” sebut Kepala Biro Humas Departemen Keuangan Harry Z. Soeratin dalam keterangan pers hasil penghitungan realisasi APBN. Sejalan dengan rendahnya tingkat inflasi, suku bunga SBI-3 bulan diupayakan Bank Indonesia terus menurun, sehingga realisasinya mencapai rata-rata 7,6 persen.

Selama 2009, nilai tukar Rupiah juga mengalami kecenderungan yang menguat, sehingga pada akhir tahun bertengger di posisi Rp 9.403 per USD, atau mencapai rata-rata Rp 10.408 per USD sepanjang 2009. Penguatan Rupiah itu didukung tingginya cadangan devisa yang mencapai USD 65,84 miliar per November 2009.

Sementara itu, beberapa asumsi makro lain seperti harga minyak mentah Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) diperkirakan ada pada posisi harga rata-rata USD 61,5 per barel. Sedangkan lifting atau produksi siap jual minyak mentah mencapai rata-rata 952 ribu barel per hari (BPH), yang berarti masih di bawah targetnya di APBN-P 2009 sebesar 960 ribu BPH.

Lalu, bagaimana dengan 2010? Menurut Sri Mulyani, baik pemerintah maupun swasta harus memanfaatkan performa positif ekonomi 2009 sebagai pijakan untuk mendorong ekonomi lebih maju di 2010. ”Jangan sampai prestasi ini disia-siakan,” ujarnya.

Sri Mulyani optimistis, jika momentum 2009 bisa dimanfaatkan secara optimal, maka akselerasi ekonomi 2010 bakal tercapai. Menurut dia, 2010 menjadi tantangan bersama untuk menggunakan seluruh sumber daya ekonomi dan instrumen untuk memperbaiki kesejahteraan. ”Langkahnya, dengan pembangunan infrastruktur serta penciptaan lapangan kerja,” katanya.

Sumber: JawaPos

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


  • Tak ada
  • Mr WordPress: Hi, this is a comment.To delete a comment, just log in, and view the posts' comments, there you will have the option to edit or delete them.

Kategori

%d blogger menyukai ini: